Langsung ke konten utama

PROMO BUKU KE TIGA

Telah terbit buku baru dari LeutikaPrio

KUPU-KUPU UNGU

Deskripsi:
Kupu-kupu ungu
Kepakkan sayap rapuh repih
Dari hiruk pikuk dunia ia tersisih
Hidup tertatih dalam langkah-langkah setapak penuh belukar
Hujan caci, derai maki, lemparan cerca, cibiran kasar
Melebamkan jiwa menggelepar dalam jerat keputusasaan

Kupu-kupu ungu terbang rendah
Namun enggan singgah
Pada tempat asing yang melambai rayu
Menyuguh raut wajah keramah-tamahan
Sesungguhnya, makin ramah senyumnya
Makinlah busuk hatinya

Penulis : Arinda Shafa
Tebal : 146 halaman
Harga : Rp. 34.400,00
ISBN : 978-602-225-870-4

Ingin memesan buku ini, silakan pesan melalui:
- SMS ke 0819 0422 1928
- Inbox FB dengan subjek PESAN BUKU
- Email ke leutikaprio@hotmail.com
Atau klik langsung ke >>>
http://www.leutikaprio.com/produk/11028/kumpulan_puisi/14061025/kupukupu_ungu/14015847/arinda_shafa
Atau bisa lewat penulisnya  085726351451 (Rp.30.000 aja)

Happy order all!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Resensi) Novel Guru Aini: Tentang Cita-Cita, Keberanian, dan Idealisme

Judul                : Guru Aini Penulis              : Andrea Hirata Penerbit            : Bentang Pustaka Cetakan            : pertama, Februari 2020 Jumlah hal        : 336 halaman ISBN                : 978-602-291-686-4 sumber: www.mizanstore.com             Gadis lulusan terbaik itu bernama Desi. Jelita, jangkung, dan cerdas bukan buatan meski berkemauan kuat dan berkepala batu. Orangtuanya juragan terpandang. Dengan berbagai anugerah itu, Desi bisa menjadi apapun yang dia inginkan. Namun tak dinyana, di usianya yang baru 18 tahun, dia sudah mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Desi ingin mengabdi di pelosok desa sebagai guru matematika sebab negeri ini kekurangan guru matematika. Desi tak sedikitpun tergiur oleh karir-karir menjanjikan di luar sana. Menjadi guru adalah panggilan jiwa.             Sang ayah memberikan hadiah sepasang sepatu olahraga untuk Desi untuk menggapai cita-citanya. Sepatu isti

Ngumpul Seru Sekeluarga di Angkringan Mbah Dharmo

ummi dan Sayyida  Assalamualaikum man teman, Hari Minggu tanggal 24 Desember 2017 lalu, pertama kalinya kami mengunjungi Angkringan Mbah Dharmo di Ambarawa. Beberapa bulan lalu, saat saya lewat jalan lingkar di malam hari, ada kerlip lampu dari kejauhan. Indah banget. Saya pikir tempat itu semacam cafe alias tempat nongkrong kekinian gitu. Rasa penasaran saya terjawab sudah ketika adik saya mengajak kita semua ke sana. Agendanya ngumpul bareng. Syukuran ulangtahun adik ipar , juga anniversary pernikahan adik yang kelima plus rencana mau memberi kejutan buat ibu. Haha paket lengkap alias all in deh. Mother’s day memang sudah lewat dan kamipun nggak merasa harus merayakan hari ibu. Cuma sesekali ingin memberikan semacam penyegaran buat ibu dari pusingnya membuat raport kurtilas. Hehe. daftar menu  Kami datang sekitar jam 10.30. Dari jalan lingkar, kami memasuki jalan menuju lokasi. Kanan kiri berupa hamparan sawah. Sebagian padi menguning siap dipanen. Sebagian la

Cerita Mudik Dua Hari: Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphonemu

Assalamu’alaikum GRes, Ceritanya nih kemarin kami sekeluarga mudik ke kampung halaman. Mana lagi kalau bukan Mbahrowo alias Ambarawa. Hihi berasa lebaran aja, mudik. Padahal cuma 1 jam perjalanan dari rumah yang ada di Semarang. Betewe, yang saya suka kangen pengen mudik (selain ketemu keluarga tentunya), juga kangen sama masakan ibuk dan kuliner khas yang ada di sana. *lupakan diet.  Jadi ingat, slogan pas mahasiswi dulu. Kalau habis pulang kampung agak lama, biasanya BB naik, pipi jadi tembem. It means perbaikan gizi. Hihihi. Apa aja sih makanan khas ngangenin yang biasa ditemukan di sana? 1.  Cethil Siapa yang nggak tahu cethil? Dari namanya, it sounds kurang keren gitu ya, tapi kudapan yang masuk dalam kategori jajan pasar ini asli, enak banget (menurut saya). Teksturnya lembut, kenyal di mulut, dan rasanya hambar. Oleh karena itu biasanya si cethil ini ditemani sama ketan hitam, gemblong, kelapa parut, dan taburan gula pasir.  Biasanya dibungkus pakai