Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Menjajal Resto La Playa nan Memesona

Sebentar lagi liburan usai. Selama dua pekan ini nyaris tak kemana mana karena suami pulang kampung. Selama 3 hari saya dan anak-anak sempat flu berat. Hikss. Alhamdulillah setelah sehat kami berencana healing dan piknik tipis tipis alias masih satu kota saja. Pilihan kami jatuh pada La Playa. Sebuah resto kekinian yang terletak di area Pantai Marina. harus diakui, kami termasuk korban Instagram sih. Hihi. Sudah lama banget kami nggak ke pantai karena efek pandemi. Terakhir ke pantai Marina akhir tahun 2017. Di La Playa ini suasana pantainya dapet banget. Sangat cocok buat anak yang demen main pasir dalam zona yang aman karena dibatasi oleh bebatuan. Yah, Bagaimana lagi. Ke gunungkidul tidak memungkinkan. jadi sini sini saja dan tetap bisa bahagia. La Playa ini mengusung konsep resto alam dengan view langsung menghadap pantai. Tempatnya semi permanen (rumah boks) yang menawarkan resto indoor dan outdoor. Resto ini ditata sedemikian rupa dengan ornamen khas pantai. Ada lampu lampu r

Nussa, Film Islami Edukatif yang Menyentuh Hati

Bismillah… Petang kemarin kami berkesempatan untuk nonton film Nussa bareng anak-anak dan ponakan juga. Sudah lama kami menunggu film Nussa tayang di bioskop. Namun, sejak pandemi covid-19 menghantam dunia dan bioskop tutup, kami berharap agar bisa nonton suatu hari nanti.   Film Nussa adalah sebuah karya anak bangsa yang harus diapresiasi. Sejak kehadiran kisah Nussa Rarra di channel YouTube, sudah menyedot banyak perhatian. Tak hanya anak-anak tetapi orangtua pun suka dengan karakter Nussa dan Rarra yang solih, ceria, dan menggemaskan. Tak heran, penayangan film ini benar-benar ditunggu. Sejak rilis tanggal 14 Oktober 2021, anak-anak sempat patah hati saat tahu hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh nonton. Beberapa hari kemudian, saat lihat di instagram @nussaofficial bahwa anak-anak di bawah 12 tahun boleh nonton, mereka pun bersorak. (noted: ketentuan tersebut berlaku sesuai level PPKM di setiap daerah. Kota Semarang sudah PPKM level 1) Ini pertama kalinya kami menginjakkan

Keseruan Workshop Menulis Pictbook dengan Selipan Nilai-Nilai Gender di IAIN Salatiga

Bismillah… “Mbak, kapan-kapan main ke kampusku yaa…” “Aamiin. Insyaa Allah.”   Semua berawal dari chat ammah Ade dengan saya setahunan lalu, sebelum pandemi covid-19 melanda. Saat itu yang terpikir di benak saya hanya sekadar main, ngobrolin banyak hal, foto-foto di antara riuh rendah suara anak-anak. Mengingat kami bisa meet up kalau di antara kami habis lahiran hihi. Namun, sekitar bulan Juni kabar mengejutkan (dan membahagiakan) itu datang. Proposal pengabdian masyarakat yang diajukannya bareng Bu Widyastuti, di ACC. Jadilah saya ‘ditodong’ untuk mengisi acara tersebut. Saya merasa kapasitas dan jam terbang saya masih minim. Selama ini nulisnya bukan hanya buku anak tapi juga genre remaja/ dewasa. Eh, eh ini beneran bakalan ‘main’ di kampus IAIN Salatiga. Ah, betapa ajaibnya kekuatan kata-kata yang menjelama doa. Saya dan Ammah Ade, alias Mama Lia, alias Miss Lia, adalah teman satu kos, satu jurusan tapi beda angkatan, temen mbolang, temen curcol pas zaman masih mahasiswi

Serabi Ngampin Ambarawa, Kuliner Tradisional yang Makin Terkenal

  Keunikan Serabi Ngampin             Negeri kita memang kaya akan keanekaragaman seni budaya, bahasa, adat istiadat, serta kulinernya. Kuliner ini sangat beragam lagi jenisnya, mulai dari masakan tradisional, minuman, kudapan, camilan, jajanan pasar, serta oleh-olehnya. Setiap daerah memiliki cita rasa yang khas dan berbeda dengan daerah lain. Kue serabi, contohnya. Di Solo kita mengenal Serabi Notosuman. Di Jawa Barat, kita tahu Surabi Bandung. Adalagi Serabi Bali, Surabi Minang, Serabi Betawi, dan lain-lain dengan kekhasan masing-masing. Diantara sekian banyak jenis serabi, pernahkan mencoba uniknya serabi Ngampin? Kuliner yang berasal dari Desa Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang ini memang lain dari yang lain. Jika kebanyakan serabi dinikmati seperti kue biasa, serabi ini biasa disantap bersama guyuran kuah santan panas yang disebut juruh oleh masyarakat setempat. Bentuk serabi Ngampin ini bundar gepeng dengan diameter sekitar 6- 7 cm. Agak mirip pancake tetapi

Trying to Be a Momwriter bareng Asus VivoBook 15 A516 yang Keren dan Efisien

Sebuah keputusan   “Uda, gimana?” Malam itu, malam yang pengap di bulan April 2012, di antara suara tok tok pedagang nasi goreng keliling, ditingkah suara geberan motor anak remaja yang memekakkan telinga, aku menunggu dalam diam. Diam dalam ombang-ambing rasa yang entah. Deg-degan mendominasi. Tapi sudah kuenyahkan rasa gundah, galau, sedih, dan semacamnya, jauh-jauh dari hati. Aku lebih siap, bahkan jauh lebih siap atas apapun keputusan suami. Beliau pemimpinku, dan insyaa Allah aku ingin taat padanya, dalam hal kebaikan. Satu menit, dua menit. Krik… krikk… Ah, bukan tanpa alasan kuselipkan pertanyaan itu di antara pillow talk kami, ketika situasi mendukung dan ketika si kakak sudah lelap. “ Resign . Siapkah?” tanyanya mantap, tatapannya langsung menangkap detil mimik mukaku yang baginya terkadang ajaib dan tak terduga. Sudah kuduga sebelumnya. Belum genap tiga tahun usia pernikahan kami, aku sudah lumayan terlatih membaca ekspesi wajahnya. Kali ini, serius. Ya, sejak d