Langsung ke konten utama

Postingan

Ramadhan Tlah Berpamit Pulang: Catatan Kecil di Penghujung Ramadhan

foto: google Ramadhan, betapa tiap tahun kami merindu dipertemukan. Oleh karenanya, kami tak alpa berbisik dalam doa: allahumma fii rojaba wa sya’bana wa balighna ramadhan. Penuh harap dalam pinta keoptimisan, agar dipanjangkan usia hingga bersua Ramadhan mubarok. Alhamdulillah, Allah kabulkan. Lantas, masih segar dalam ingatan bahwa kami ingin menularkan spirit yang sama kepada anak-anak. Mensuasanakan bahwa seakan ada tamu spesial yang hendak datang bertandang. Bahwa dengan bahagia menyambut Ramadhan, neraka tlah diharamkan-Nya. Maka rumah dirapikan, segala sesuatunya dibersihkan, ruang tamu dihias dengan poster motivasi dan balon aneka warna. Indah. Semarak. Membuat anak-anak tetangga bertanya-tanya: siapa yang ulang tahun, tante? Ramadhan, bagi salafus solih, perlu enam bulan untuk mempersiapkan. Sedang bagiku yang fakir ilmu dan tipis iman ini, hanya sebulan. Itupun tidak full, masih bopeng sana sini. Mengumpul-ngumpulkan semangat dengan mengingat iming-iming pahala, serupa pengusa…
Postingan terbaru

Sirkus Pohon: Antara Mitos, Pencarian Jati Diri, dan Cinta

Judul buku: Sirkus Pohon Penulis: Andrea Hirata Penerbit: Bentang Jumlah halaman: 410 hal Tahun terbit: 2017
Saya kerap dilanda penasaran tiap kali Andrea Hirata menerbitkan novel baru. Setelah tetralogi Laskar Pelangi, Dwilogi Padang Bulan, dan Ayah membuat saya nggak bisa move on selama berhari-hari, maka saya makin kepo dengan novel Sirkus Pohon. Menurut saya, karya Andrea sangat berkarakter.
Novel Sirkus Pohon ini mengisahkan tentang tokoh bernama Sobri yang biasa dipanggil Hob; seorang pengangguran yang masih nebeng hidup di rumah ayahnya. Tinggal bersama adik perempuannya, Azizah,yang kerapkali merepet tentang betapa pemalasnya dia. Hal yang menghambatnya mendapat pekerjaan tetap adalah ijazahnya yang cuma SD. Dia merasa terbuang, kalah saingan dengan mereka yang lulus SMA sederajat. Cinta pertama yang tertaut pada seorang gadis bernama Dinda, membuatnya optimis terhadap masa depan. Setelah melalui pencarian panjang, sebuah Sirkus Keliling menerimanya dengan status pekerja te…

Serunya Liburan ke Pantai Sadranan dan Gembira Loka

Liburan memang identik dengan relaksasi, rehat sejenak dari rutinitas, juga aktivitas jalan-jalan. Dengan traveling, semoga bisa me-refresh jiwa dan badan kita. Mendapatkan banyak hal, inspirasi, hikmah, dan cerita. Bagi momwriter wannabe macam saya ini, dapetin ide nulis adalah anugerah tersendiri. Ide itu expensive, bro! Hihi
Thats why setelah agenda silaturahim ke rumah kerabat, tetangga, dan handai taulan, kami sekeluarga besar jalan-jalan ke Jogja. Meski udah sering ke sana (ciee.. seriing), tetapi masih banyak destinasi yang belum kami rambah. Kali ini ingin ke daerah Gunungkidul yang terkenal dengan pantai-pantainya yang indah, seperti Indrayanti, Baron, Kukup, Drini, Klayar, Sadranan, dan masih banyak lagi.
Kami start berangkat dari rumah Ambarawa sekitar jam 6.30 mengambil rute lewat selatan. Perjalanannya agak santai sih jadi ditempuh sekitar 4 jam lebih dikit. Mobilnya dinaikin 7 orang dewasa, 5 anak-anak, plus barang-barang yang full di bagasi. Overload deh, jadi mesti hati…

Review Film Kulari ke Pantai: Film anak yang sarat edukasi

Assalamu’alaikum kawans,
Weekend kemarin kami berkesempatan untuk mengisi liburan dengan nonton film di bioskop. Kami berdua belas (tujuh orang dewasa dan lima anak-anak) secara dadakan nonton film anak yang baru saja rilis 28 Juni kemarin. Judulnya Kulari Ke Pantai. Sebelumnya saya sempat baca behind the scene-nya di majalah Bobo. Juga baca review-nya. Pikir saya, ini film kayaknya cocok buat duo kakak. Apalagi tema travelling gitu kan seru.
Gayung pun bersambut. Adik ngajakin nobar sekeluarga di Citra 21. Siang bolong kami sampai juga di lokasi setelah sekian banyak drama kerempongan sebelum berangkat.

Sampai di dalem studio, penonton didominasi oleh ortu beserta anak-anaknya. Beruntung kami dapat seat bagian depan yang sebaris. Nggak terlalu dekat juga dengan layar. Sip lah.
Cerita berawal dari keinginan Samudra (Sam), seorang anak pantai yang petualang dan juga surfer yang tinggal di Rote NTT, untuk bertemu idolanya, Kailani Johnson. Oleh karenanya, orangtuanya (ibu Uci dan ayah) ing…

Bola-Bola Cokelat Skippy yang Bikin Happy

Assalamualaikum kawans,
Sudah lama nggak update blog nih. Blog sampai penuh dengan sarang laba-laba. Maklumlah emak lagi sibuk urusan domestik rumah tangga, mulai dari urusan sekolah anak-anak, kajian, arisan, rujakan, nulis, dan masak-memasak. Jujur nih, saya tipikal emak yang nggak betah berlama-lama di dapur. Masak juga yang simpel setiap harinya asal sudah memenuhi syarat yaitu ada karbo, serat, protein, vitamin. Bukan apa-apa sih soalnya pekerjaan lain mengantri untuk dieksekusi. Kalau saya kelamaan di dapur, alamat cucian baju dan piring kotor terbengkalai. Anak-anak sudah harus ready sebelum jam tujuh. Belum lagi ada intermezzo tangisan bayi yang bikin pagi sudah aduhai hebohnya. Aduh maaf, emak malah curhat.
Etapi jauh dari lubuk hati yang paling dalam, saya ingiin banget bisa bikin kue, puding, atau camilan ala ala gitu. Makanya kalau ada tutorial bikin camilan sehat, atau ada demo masak, selalu kepo. Tapi, memasak adalah skill yang harus sering diasah sedangkan saya masih s…

Menulis Dengan Tenang, Tanpa Gangguan Anyang-Anyangan

Sebagai seorang momwriter wannabe alias emak yang pengen jadi penulis, saya berkomitmen untuk duduk di depan laptop paling tidak satu sampai tiga jam setiap harinya. Ngapain?  Yang jelas tidak bengong alias nunggu nyamuk lewat. Tentu menumpahruahkan ide di kepala menjadi tulisan. Draft tulisan sudah menempel dengan manisnya di tembok. Jadilah otak berputar, jemari sibuk memencet-mencet keyboard sambil mata fokus ke monitor. Sesekali tangan meraih kue kering, keripik, atau gorengan dan mengarahkannya ke mulut. Atau kalau tak ada something to be eaten, cukuplah segelas teh manis atau kopi sachetan sebagai teman. Nikmatnya sungguh tak terdefinisikan.
Etapi, kegiatan menulis tak selalu lancar jaya serupa jalan tol. Ada saja sesuatu yang tiba-tiba menginterupsi. Membuyarkan konsentrasi. Contohnya tangisan balita yang minta dipeluk plus dikipasin. Tikus di dapur yang jatuhin wajan hingga menimbulkan suara yang mengoyak ketenangan. Dan… yang paling mengganggu adalah kebelet pis. Padahal seda…