Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Kisah Seorang Perempuan dan Anak-Anaknya

Miang… Ia bergolek, lalu menguap lebar. Demi melihat Atri yang sepagi ini telah bersolek, ia bangkit dari singgasana nyamannya. Dengan langkah menggoda--pun jelas-jelas mencari perhatian—dihampirinya perempuan bermata coklat dan berdagu lancip itu untuk meminta jatah pelukan. Pelukan Atri adalah pelukan paling nyaman yang ia rasakan di pagi pertama ia membuka mata. “Oh, sayang…” Atri mendaratkan ciuman di pipinya. Direngkuhnya kepalanya, lalu diusap-usapnya dengan penuh cinta. Perempuan itu begitu takjub. Tampak dari manik matanya yang berbinar-binar indah. “Lihatlah, Pa. Matanya coklat seperti mataku. Hei, bukanlah bibirnya mungil seperti bibirmu? Ah, kenapa aku bisa terlambat menyadari…” Duh, bagaimana caranya bilang, kalau ia bukan seorang bayi… *** 3 tahun yang lalu. “Andai saja semua mimpi buruk itu tak menimpaku.” Atri mendesah, hampir tanpa suara. Tatapan kosong itu tertumbuk pada jendela lebar dengan tirai minimalis warna hijau muda. Bunga flamboyan warna pink fanta bergerumbul pada …

Lelaki Tua dengan Keriut Pikulan di Pundaknya

Bagi Nin, tidak ada yang membuatnya lega kecuali sudah berbagi. Tak muluk-muluk harapan ibu muda usia 25 tahun itu. Sepotong senyum memberi arti tersendiri mengingat di dunia ini sudah banyak orang lupa cara tersenyum. Senyum pada suami, kedua anaknya, tetangga, sampai pada tanaman yang ia sirami setiap pagi. Ekonomi pas-pasan bukan untuk dijadikan alasan bagi tangannya erat menggenggam. Kucing liar, burung yang mampir di teras rumah, dan semut yang berjalan beriringan, telah merasakan cipratan rezeki dari tangan Nin. Tangan yang selalu bergerak untuk menabur. Sekecil apapun kebaikan yang disertai ketulusan, mencipta hari-harinya penuh warna. Hingga di suatu siang yang sendu karena hujan, seorang tukang somay berteduh di carport rumahnya. Seraut wajah tua yang lelah dan basah, mengetuk pintu. Hanya meminta kemurahan hati tuan rumah untuk izin berteduh. Gigil berpadu gigi yang gemeletuk sontak menerbitkan iba di hati Nin. Nin mengangguk. Ekor matanya melirik pada dua kotak seng yang dis…

Menulis Mewariskan Peradaban

Suka menulis dan ingin menjadi penulis? Hmmm, itu hobi saya sejak zaman SD, saat lagi nge-hits korespondensi sama sahabat pena dan ngirim surat buat artis cilik. Lalu, saat SMP sudah mulai punya buku harian yang saya tulis dengan bahasa inggris ala kadarnya dan digembok pula—sok iyes banget pokoknya lah. Zaman SMA dan masuk jurusan bahasa, mulai deh baca buku sastra, dan coba-coba nekat mengirim puisi ke majalah sastra Horison walau hasilnya zonk! Masuk kuliah, kembali nulis diary sampai punya sekitar 7 buah buku harian. Lalu setelah kerempongan PPL, KKN, skripsi itu saya vakum nulis sampai bertahun lamanya. Geliat nulis kembali melanda saat saya sudah nikah dan jadi mahmud abas—mamah muda anak baru satu—dan tengah hamil anak kedua. Berawal dari ikutan lomba nulis di fb, lalu ketagihan dan nekat terus nulis sampai sekarang, insyaa Allah. Semoga terus diberikan kemudahan dalam berkarya. Aamiin. Maka yang dapat saya definisikan dari seseorang berpredikat ‘penulis’ adalah manusia cerdas be…

Review Buku 'Kitab Cinta Malam Pertama' karya Kurniawan Al Isyhad

Judul buku: Kitab Cinta Malam Pertama Penulis: Kurniawan Al Isyhad Penerbit: Quanta Tahun terbit: 2016 Jumlah hal: 130 halaman ISBN: 978-602-02-9241-0
Panduan Cinta dalam Membangun Rumah Tangga sejak Malam Pertama
Dalam mengarungi kehidupan, setiap manusia membutuhkan panduan. Ibarat seorang traveler, kita membutuhkan panduan yaitu kompas agar tidak tersesat jalan. Sedang dalam beragama, panduan tersebut adalah Al Qur’an, hadist, dan ijtihad para ulama. ‘Kompas’ tersebut tetap relevan digunakan hingga sepanjang zaman, tak mengenal kata kadaluarsa. Begitu pula dalam konteks institusi sakral bernama pernikahan. Islam telah mengatur dengan rinci dan sempurna dari A sampai Z tentang perjanjian kokoh ini. Mulai dari memperbaiki diri, mencari jodoh yang baik, melangitkan doa-doa untuk menjemput jodoh sesuai syariat, hingga hubungan suami istri seusai akad. Kesemuanya itu telah ditetapkan aturan. Bukan untuk mengekang manusia, melainkan untuk kemuliaan dan kemaslahatan manusia sendiri. Meskipun menga…

Review Buku 'Merancang Masa Depan Bersama Allah' karya Kurniawan Al-Isyhad

Judul buku: Merancang Masa Depan bersama Allah Penulis: Kurniawan Al Isyhad Penerbit: Quanta Tahun terbit: 2016 Jml halaman: 138 halaman ISBN: 978-602-02-9694-4

Mensifati Sifat-Sifat Allah dalam Meraih Kesuksesan
Setiap insan di bumi ini tentu memimpikan kesuksesan dalam hidup. Lebih spesifiknya, seorang muslim pun pasti mendambakan kesuksesan dunia akhirat. Segala usaha ditempuh, doapun tak henti terucap. Tolok ukur kesuksesan pun hampir seragam: hidup berkecukupan, bermanfaat bagi sesama, dan mulia di hadapan makhluk dan Sang Pencipta. Namun, kesuksesan tak serta merta datang semudah membalik telapak tangan. Sejatinya tak ada satupun makhluk yang mampu mengintervensi kehendak dan kuasa Allah. Terkadang takdir-Nya tampak tak sejalan dengan rencana manusia. Meskipun demikian, Allah telah memerintahkan kepada manusia dalam surat Ar Ra’d ayat 11 agar manusia berupaya untuk mengubah takdirnya sendiri. Di dalam buku ini dipaparkan langkah-langkah untuk mengubah takdir yaitu dengan mensifati sifat…

Review Novel Sunset & Rosie karya Tere Liye

sumber : www.goodreads.com
Bagi seorang aku—Tegar Karang, tak ada yang paling membahagiakan dirinya selain menatap empat kuntum bunga itu: Anggrek, Sakura, Jasmine, dan Lili. Mereka adalah buah cinta Rosie dan Nathan yang begitu cantik, cerdas, membanggakan dengan beragam karakter dan celotehnya. Seperti senja itu, Tegar menatap kebahagiaan keluarga yang tengah merayakan 13 tahun pernikahan di pantai Jimbaran Bali, via layar tele-conference. Sepasang matanya lekat mengamati detail layar ketika anak-anak itu hendak menyerahkan mawar biru untuk ayah dan ibu mereka, tatkala sebuah bom meledak. Memporak-porandakan semuanya, termasuk masa depannya. Begitu berarti Rosie bagi Tegar. Mereka adalah tetangga, teman kecil yang terus bersama hingga remaja dan beranjak dewasa. Melewati sekian ribu hari, senja, dan purnama. Saling mengerti karakter masing-masing. Menciptakan kebersamaan kala mendaki gunung Rinjani dan merasakan sejuknya air danau Segara Anakan. Begitu indah dan terjaga perasaan yan…