Langsung ke konten utama

Tips Memilih Tempat Bermain yang Aman dan Nyaman bagi Anak



Kegiatan bermain tak bisa dilepaskan dari dunia anak. Dengan bermain, anak akan mengeksplorasi kemampuan dan kecerdasannya. Apalagi anak-anak dikaruniai tenaga yang mesti tersalurkan secara positif. Anak yang kurang bermain seakan ada yang terenggut dari masa kecilnya. Kita tentu familiar dengan istilah ‘masa kecil kurang bahagia kan?’

Bagi kami, memilih tempat bermain yang aman dan nyaman untuk anak itu sangat perlu. Jadi, anak bebas bergerak dan bergembira. Tentu tetap berada dalam pengawasan kita—orangtuanya.
Tempat bermain aman dan nyaman indoor yang biasa kami pilih di mall dan di rumah.  Saat bermain di playground di mall, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. nyaman dan bersih, terutama area mandi bola.
Saya pernah mendapat berita beberapa tahun yang lalu (entah hoax atau tidak) bahwa di area mandi bola itu terkadang luput dari perhatian orangtua. Bola warna- warni yang menumpuk terlalu banyak  sangat mungkin juga luput dari kebersihan. Di dalamnya tersimpan debu, kuman penyakit, dan menurut kabar itu ada hewan melata dan jarum suntik segala. Terlepas dari hoax atau tidaknya, sudah sepatutnya kita berhati-hati sebab area mandi bola yang biasa diakses anak-anak.

2. tidak terlalu ramai
Sebisa mungkin menghindari weekend saat main di area ini. Soalnya kalau terlalu ramai, anak tak nyaman. Tabrakan sana-sini, belum lagi jika anak yang iseng melempar bola ke wajah atau bercanda tetapi kelewatan seperti menendang, menjegal, menakut-nakuti meskipun tidak saling kenal.

3. ada space bagi ortu untuk mengawasi
Saya suka dengan sebuah konsep playground di sebuah mall yang beberapa kali saya datangi. Di sana tempatnya luas dan nyaman. Orangtua diizinkan masuk dan duduk lesehan di ‘lantai dasar’ yang beralas children mat yang agak empuk gitu. Jadi, dari sudut itu, ortu bisa istirahat sekaligus mengawasi anak-anak yang sedang bermain.

4. patuhi peraturan yang ada
Di sebuah playground di mall, tentu ada peraturan yang jelas-jelas tertulis di banner, misal melepas sepatu, memakai gelang, memakai diapers untuk anak di bawah 3 tahun, tidak boleh makan di dalam area bermain, dll.  Tapi namanya orang, adaa aja yang nggak taat. Peraturan dibuat untuk kebaikan bersama kan? so please kita terus belajar untuk taat aturan ya mom, eh dad juga ding. :v

5. pakaian yang nyaman
Last but not least, pakaian untuk dipakai saat anak bermain harus menyerap keringat karena mereka mobile terus. Kalau mereka kegerahan, biasanya langsung nggak mood bermain.

Saat anak bermain di dalam rumah, mengkondisikan keamanan dan kenyamanan lebih simple, seperti:

1. jika ada batita, jauhkan benda-benda kecil yang berpotensi masuk ke dalam mulut. Kabel listrik, charge hp yang menggantung di stop kontak, diasingkan di tempat yang tak terjangkau oleh tangan mereka.
2. pastikan lantai, karpet, dan mainan bersih
3. singkirkan benda-benda penting milik kita misal kertas, dokumen, buku, laptop, dll dari area bermain anak.

Selain bermain di area indoor, anak-anak juga kami kondisikan untuk beraktivitas di area outdoor. Tujuannya agar bisa berganti suasana sehingga tidak bosan. Selain itu, mereka lebih bisa berkespresi tanpa disekat dan dibatasi oleh tembok. Mereka lebih bebas bereksplorasi, lebih mengenal alam dan lingkungan, serta lebih mudah memasukkan ilmu dan pemahaman. Ada 3 lokasi yang saya jadikan tempat favorit bagi anak bermain yaitu tanah lapang, kolam renang/pantai, dan outdoor playground.

Tips bermain aman dan nyaman di lapangan kurang lebih sbb:
1. membawa mainan (misal bola, layang-layang, gelembung sabun,dll), snack, dan minuman juga dari rumah.
2. pastikan letak lapangan jauh dari jalan raya, kolam, semak berduri, dan tanaman berduri seperti putri malu karena biasanya anak lebih suka melepas alas kaki.
3. alangkah baiknya ortu ikut bermain bersama anak meskipun sebentar. Jika anak bermain dengan saudaranya, tetap awasi agar mereka tidak bermain terlalu jauh dengan spot yang telah disepakati.
4. mintalah anak beristirahat jika sudah terlihat lelah dan haus. Sembari duduk beristirahat, bisa diselingi dengan bercerita ringan.
5. pakaian yang menyerap keringat
6. ambil waktu pagi setelah subuh atau sore agar tidak terlalu panas. Udara pagi masih fresh dan bebas polusi.

Tips bermain aman dan nyaman di kolam renang/ pantai/ wahana air
Kolam renang, pantai, dan wahana air memang tempat bermain yang sangat mengasyikkan bagi anak. Hampir jarang ditemui anak yang ‘anti’ sama air kan? ya, bahkan dari dalam rahim pun bayi berada dalam kantong berisi air sehingga anak-anak seharusnya memiliki insting dan skill berenang. Menurut penelitian, skill berenang yang merupakan bawaan bayi itu akan ‘lupa’ jika tidak dibiasakan. Saya jadi ingat pengalaman anak kedua saya yang benar-benar takut dengan air. Momen keramas saja heboh, gelagapan, takut mata kemasukan air. Ternyata setelah saya evaluasi, saya ‘terlambat’ mengenalkan kegiatan berenang  padanya. Jadi, saat melihat kolam renang, dia gamang. Antara ingin nyebur tapi juga takut. Akhirnya cuma termangu-mangu di samping kolam. Untunglah masa ‘ketakutan’ itu berlalu. Sekarang anaknya sudah bisa bersahabat dengan air J

Ini tips saya saat mengajak anak bermain ke wahana air.
1. cari kolam renang yang dangkal. Paling tidak ketinggian air sedada anak. Jadi, misalkan anak terjatuh/minum air, dia bisa segera berdiri untuk menyelamatkan diri.
2. membawa mainan dari rumah misal ban berenang, kacamata renang, pelampung, atau bola kecil. (soalnya kalau membeli di lokasi biasanya agak mahal. yes, ini murni ditinjau dari keselamatan isi dompet ibu-ibu :D)
3. pakaian yang nyaman, tentu. Yang tidak berat untuk berenang. Dan jangan lupa membawa handuk dan pakaian ganti.
4. waktu bermain maksimal 1 jam. Itu sudah lebih dari cukup. (saya juga nggak tega lihat anak menggigil dengan bibir membiru)
5. saat bermain di pantai, jauhkan dari karang yang bisa melukai kaki anak.
6. the most important of all, pengawasan ekstra.


Kami jarang mengajak anak bermain di taman kota yang ada playgroundnya karena biasanya kotor, besinya berkarat, dan ramai. Tapi sesekali bolehlah saat anak ingin mampir sebentar sekadar bermain-main perosotan atau ayunan. Tipsnya :
1. bawa cairan anti kuman. At least tisu basah. Jadi, setelah anak selesai bermain langsung lap tangannya dengan tisu basah. Kalau memungkinkan cuci tangan sampai bersih.
2. jika playgroun terletak di tepi jalan raya yang dilewati banyak kendaraan, tingkatkan kewaspadaan dan tak perlu berlama-lama berada di sana.
3. jika sedang ramai, awasi anak dari anak lain yang posturnya lebih besar. Bukan apa-apa. Pengalaman, anak yang lebih kecil secara tak sadar mendapat kekerasan dari anak yang lebih besar misal didorong, diserobot, ditendang, dalam rangka berebut duluan bermain.


Sehat, aktif, dan ceria adalah tanda anak sehat. jika anak demam pastikan tempra syrup menjadi sahabat anak dengan rasanya yang pasti disukai anak. Semoga tips-tips standar di atas bermanfaat bagi ayah bunda dalam mendampingi momen bermain anak ya.  Agar masa bermain mereka membawa manfaat bagi masa depan mereka kelak. Aamiin.


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.



sumber: google.com

sumber: google.com

Komentar

Dwi Septianingsih mengatakan…
karena belum punya anak, aku praktekin tipsnya ke ponakan akuhhh hehe makasih mbaaa
Muslifa BunSal Aseani mengatakan…
Halo mbak Arinda, kalau aku, biasanya untuk anak-anak dibawah 10 tahun selalu siap satu set pakaian ekstra.
Kalau sudah agak besaran, inshaAllah sudah harus mulai belajar bertanggung-jawab. Misal, setelan main tanpa basah-basahan tapi kejadian juga basah kuyup, resiko kedinginan harus ditanggung sendiri.

Terima kasih tips2 komplit yang sudah mbak Arinda share yaaa.

BW dari Lombok ^_^
dini rahmawati mengatakan…
duh... jadi inget waktu anak-anak masih krucils dulu..
Rahmi Aziza mengatakan…
Bawa cairan antiseptic ini nih suka lupa. Padahal penting ya dalam keadaan darurat pas ga nemu air buat cuci tangan.

Postingan populer dari blog ini

Menghafal Qur’an beserta Artinya dengan Metode Al Jawarih

Assalamu'alaikum teman-teman, Menjadi ‘hafidz/hafidzah’ tentu impian dan harapan umat muslim ya. Kalaupun diri sudah tidak merasa mampu dan efektif untuk menjadi penghafal (mungkin karena faktor U hehe), tentunya kita berharap bahwa anak kita bisa menjadi hafidz/hafidzah. Aamiin.
Dalam mewujudkan impian untuk ‘menjadikan’ anak salih salihah yang tak sekadar hafal qur’an, tetapi juga memiliki akhlak Al qur’an, artinya sebagai orangtua kita harus mengupayakan dengan doa dan ikhtiar yang panjang. Sebab tak ada cara instan. Semua membutuhkan proses. Saya sering menemukan dalam sebuah buku bahwa pendidikan anak dimulai dari saat pencarian jodoh. Sebab anak berhak untuk memiliki ayah dan ibu yang solih/ah dan cerdas. Baru setelah menikah dan terjadi kehamilan, pendidikan selanjutnya adalah di dalam kandungan. Setelah si bayi lahir, pendidikan itu terus berlangsung hingga meninggal. Never-ending-chain dalam belajar ya. Pada suatu kesempatan, perumahan kami kedatangan tamu yaitu ustadz Irf…

Resensi Buku 'Andai Aku Jalan Kaki, Masihkah Kamu Selalu Ada Untukku?' @Buletin Pustaka

Resensi Novel MAHSI: Belajar Bijak Mengelola Cinta